Pages

Minggu, 07 Juli 2013

Materi 6 Kewirausahaan

Cara Memperoleh Peluang Bisnis
Peluang bisnis adalah obrolan hangat di mana saja. Jauh di dasar hati kita, kita ingin memiliki bisnis sendiri. Kita ingin bisnis itu sukses sehingga bisa menopang hidup kita yang sudah cukup berat ini.
Ketika saya mengamati bagaimana orang mengambil kesempatan bisnis yang ada, mereka cenderung mengambil bisnis yang relatif gampang. Contoh mudah adalah bisnis pengisian air kemasan. Di bagian kota-kota besar anda akan mudah menemukan bisnis ini. Anda tinggal punya modal dan bisnis bisa jalan. Bisnisnya mudah...dan tentu saja banyak pesaing...
Di kota kelahiran saya yang tercinta (Magelang) ada bisnis yang hampir-hampir tidak ada pesaingnya. Bisnis itu berujud jualan tembakau. Ketika orang butuh tembakau (biasanya orang desa) mereka pasti ke toko itu. Tembakau yang dijual mulai dari yang Enak, Berat (Anthep), Ringan hingga yang apek (saya tidak tahu persis jenisnya, wong itu bukan bisnis saya).
Bisnis itu tidak ada saingannya. Mengapa? Karena butuh keahlian khusus (mengenali tembakau yang bermacam-macam), dan kelihatannya tidak massal. Ini adalah model niche marketing, jualan untuk segmen yang sangat khusus.
Dalam artikel ini saya 'share' dua hal untuk mengenali peluang bisnis yang ada di sekitar kita.
1) Dari Yellow Pages
Carilah Yellow Pages dari berbagai kota. Andaikata anda orang Pekalongan, ada baiknya anda punya yellow pages dari kota Bandung, Jakarta, Surabaya atau Semarang.
Dalam yellow pages itu diklasifikasikan jenis-jenis bisnis sesuai abjad, misalnya Accounting, Bank, Car dsb. Kemudian periksa satu demi satu kategori produk menurut buku itu dimulai dari satu kota. Contoh, dalam mencari bisnis apa yang ada di kota Bandung namun belum ada di kota Pekalongan, anda tinggal melihat kategori.
Ketika di Bandung ada satu bisnis dan di Pekalongan belum ada (setelah anda bandingkan yellow pages Bandung dan Pekalongan), maka anda catat bisnis itu. Lakukan terus hingga anda memperoleh cukup banyak peluang bisnis.
Setelah itu evaluasi satu-satu dan ajukan pertanyaan:
a. Mengapa bisnis ini ada di Bandung, sedangkan di Pekalongan tidak ada, apakah market di Pekalongan tidak besar?
b. Bisnis ini di Bandung cukup sukses, mengapakah pengusaha di Pekalongan tidak tertarik? Apakah mereka tidak tahu, atau siapa tahu mereka tidak terpikir kalau ada peluang bisnis semacam ini
c. Setelah itu coba ajukan pertanyaan tentang peluang bisnis itu kepada teman-teman anda. Yang lebih baik anda bisa pergi ke Pecinan (di mana banyak toko-toko) dan iseng-iseng tanyakan mengapa bisnis semacam itu belum ada di Pekalongan.
Ketika dari riset anda memperoleh jawaban positif, maka mungkin ini peluang bisnis yang unggul. Anda kemudian tinggal menghitung kemampuan anda untuk menjalankan bisnis itu.
Andaikata anda tidak mampu menjalankan bisnis itu, anda bisa menulis sebuah Business Plan (rencana bisnis) yang menjelaskan tentang seluk beluk bisnis itu. Dalam artikel selanjutnya insya Allah saya akan membahas cara menulis Business Plan ini.

2. Amati orang-orang ketika berbicara..
Apa yang diomongkan orang ketika mereka sedang berkumpul, sedang mengrumpi?
Dengarkan mereka dengan baik. Apa topik mereka? Setelah mengrumpi panjang lebar, biasanya mereka akan saling mengeluh. Mereka mengeluh tentang harga yang naik terus, minyak tanah yang sulit didapat, anaknya yang cenderung malah belajar dan banyak keluhan lain.
Mengapa sebuah bisnis bisa sukses? Karena bisnis itu mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Lihat orang-orang yang mengeluh tadi. Mereka mengeluh karena mereka merasa menghadapi masalah. Bagi bisnisman, masalah adalah peluang bisnis yang bagus. Jadi ketika orang mengeluh, pasti terlahir sebuah peluang bisnis.
Contoh, mereka mengeluh harga minyak tanah mahal dan sulit didapat. Apa peluang bisnisnya? Kayu bakar, arang, anglo, atau (ini canggih) bahan pengganti minyak tanah (misalnya gas bio dsb).
Ketika mereka mengeluh anaknya malas belajar, apa peluang bisnisnya? Bimbingan psikologi anak, bisnis motivasi anak (ingat motivator sekarang ini hanya untuk orang dewasa lho, motivator anak mana?).
Ketika para ibu mengeluh tentang kecurigaan para suami pada selingkuh, bisnis apa yang timbul? Mungkin bisnis intel, bisnis konseling keluarga, bisnis agama, dsb.
Prinsipnya adalah anda harus peka terhadap keluhan orang. Jadi ketika anda sedang santai, please, jangan malah baca koran. Amati mereka, 'curi dengar' keluhan mereka, dan setelah itu berpikir, "Kira-kira peluang bisnis apa ya yang bisa mengatasi keluhan itu? Bisakah aku menyediakan jasa itu? Kalau aku tidak bisa, adakah orang lain yang mampu menjalankan bisnis itu? Jika ya, mengapa aku tidak 'joint' saja dengan orang itu..."
Konsep-konsep di atas sangat sederhana, tapi kalau anda disiplin untuk memperhatikan, niscaya anda akan memperoleh peluang bisnis yang sangat banyak. Ingat, untuk membuat kita kaya, cukup dengan satu gagasan bisnis dan diterapkan secara massal, dan itu sudah cukup untuk melejitkan kita ke jajaran orang kaya.
Ingin bukti? Bill Gates dengan DOS, Fred Smith dengan Federal Express-nya, Jezz Bezoz dengan Amazon...kok orang Barat semua? Orang Indonesia? Silakan anda cari sendiri...(Ini termasuk tugas anda lho karena semakin anda tahu pebisnis yang sukses, anda akan semakin terpacu untuk bertindak...)
Sumber :

DR. Dwi Suryanto, Ph.D. Serius ingin memperoleh peluang bisnis, tips berikut bisa membantu. Dalam http://www.pemimpinunggul.com/peluang.html

0 komentar:

Poskan Komentar